Bingkisan Untuk Ibu Adi

Setelah beberapa lama melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, kita sampai di lokasi yang dituju. Sebelum bertemu dengan ibunya Adi, kita bercakap dengan kakaknya yang masih duduk dibangku kelas 2 SMP. Namun kami sempat terkejut karena dia tidak berangkat ke sekolah di saat kami bertemu. Dengan nada yang lembut berbahasa sunda ia mengatakan, “abdi teh masuk siang, kelasnya gantian dengan anak SD”.

Di dekat rumah ini terdapat sekolah yang sangat kecil dengan kondisi papan dan dinding yang sobek, padahal tidak seharusnya pemandangan itu terlihat di daerah yang tidak jauh dari ibukota, Jakarta.

Melihat kondisi rumah yang dikunjungi ini pun membuat kami termenung, dinding triplek sobek-sobek, kamar yang bergabung dengan dapur sedang kemungkinan besar langit-langit bolong menyebabkan bocor saat hujan tiba.

Rumah ini ditinggali oleh bapaknya sebagai buruh bangunan, ibunya buruh ngosok dan mencuci baju sedangkan mereka memiliki tiga anak yang masih lumayan kecil. Namun, anak-anak mereka berprestasi di mana dirumahnya terdapat beberapa tropi penghargaan.

Nah, ini merupakan salah satu dari sekian banyak saudara kita yang harus diperhatikan. Kalau bukan kita yang melakukan lalu siapa lagi dan kalau bukan sekarang, lalu kapan lagi. Yuk bersama dengan #RSIK kita #Ubahsampahjadisedekah, semoga menjadi #berkahbagimubagikitabermanfaatbagimereka.

#cintaindonesia @ Jakarta

Posted on: 30 Maret 2019, by :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *